Blog

Cara jitu mengatasi penolakan

Cara-jitu-mengatasi-penolakan

Ini pertanyaan dari seorang marketing asuransi mengenai cara jitu mengatasi penolakan:
“ Kita sebagai marketing, disaat bertemu orang dan menawarkan produk… lalu ditolak, dan ditolak terus terusan… Jadinya kita “baper”…
Bagaimana cara mengatasinya, supaya kita bisa semangat menjual produk lagi?”

Lalu saya tanya balik:
“Apakah pernah ditolak, tapi tidak baper?
Atau ditolak jadi baper?
Pasti pernah.
Apa yang membedakan dua duanya, padahal orangnya sama, dan tentu hasilnya beda?
Apa yang ada dikepalamu?
Walapun sudah tahu bahwa resiko seorang marketing adalah ditolak…
Jadi apa yang ada dikepalamu?
Mungkin karena kamu jengkel karena sering ditolak.”

Kata-kata sering ditolak adalah sebuah indikasi bahwa ada sesuatu yang kamu lakukan berulang kali yang tidak berjalan dengan baik. Namun terus kamu lakukan. Makanya kamu sering ditolak.

Poin paling utama untuk mengatasi penolakan adalah dengan belajar.
Apa yang kamu pelajari dalam kesalahanmu, apa yang kamu pelajari dari penolakan itu.
Karena penolakan itu tidak selalu harus berakhir dengan kata tidak, jika kita pandai dalam mengelola penolakan itu.
Itu akan menjadi Ya, lalu Ya berikutnya dan seterusnya…
Jadi intinya jika terjadi penolakan, pasti ada sesuatu yang tidak kamu lakukan.

Kesimpulannya adalah: sebagai seorang marketing, penolakan itu hal yang biasa. Tetapi jangan dibiasakan.
Biar saya jelaskan: kalau marketing dengan 0% rejection itu sulit untuk dipahami.
Kita menjadi efektif dengan belajar. Contoh, diawal ketemu 10 calon klien, yang menolak 9 bahkan 10.
Lalu sekarang ketemu 10 calon klien, hanya 2 atau 3 yang menolak.
Closing ratio atau tingkat penerimaan orang terhadap dirimu menunjukkan seberapa besar kamu belajar dari kesalahan2mu dan tentu penolakan2mu.

Kamu menjadi lebih efektif, penjualan kamu menjadi lebih baik, karena kamu memahami mereka. Sehingga ketika kamu menawarkan sesuatu, kamu tidak sedang menjual, tetapi sedang membantu mereka menjawab salah satu kesulitan mereka dalam hidupnya.
Atau menjawab kebutuhan2 mereka.

Jadi tetap semangat. Penolakan itu adalah sebuah tanda bahwa kamu harus belajar lebih baik lagi, belajar pendekatan lebih baik lagi, memahami orang lebih baik lagi.

“Penolakan harus jadi pembelajaran untuk menjadikan kita lebih kuat dan lebih baik”.
– Cicik Resti –

Setelah artikel Cara jitu mengatasi penolakan ini, bisa anda baca artikel-artikel menarik lain dengan klik tautan ini !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *