Bagaimana menjadi pemimpin yang tegas

Bagaimana menjadi pemimpin yang tegas

menjadi pemimpin yang tegas
menjadi pemimpin yang tegas

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tegas. Mereka bisa membaca situasi dan dengan cepat memahami apa yang harus dilakukan. Banyak pemimpin yang tidak berani untuk menjadi tegas. Mereka khawatir akan membuat keputusan yang salah atau mereka tidak yakin apa yang dilakukan benar. Inilah salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan manager, yaitu menunda atau tidak membuat keputusan.

Untuk bisa menjadi pemimpin yang tegas anda harus banyak belajar tentang bagaimana membuat keputusan yang baik. Pengambilan keputusan adalah tentang menganalisa situasi atau permasalahan, mengenali kemungkinan penyebabnya dan mengambil pilihan alternatif tindakan sebagai jalan keluarnya.

Berikut adalah cara dan tips latihan dasar kepemimpinan untuk bisa mengembangkan ketegasan dalam pengambilan keputusan:

  1. Melatih mengambil keputusan dengan cepat: Anda harus melatih diri anda untuk berpikir kemudian bertindak. Bukan berarti kemudian anda harus mengambil keputusan terburu-buru sehingga membuat keadaan semakin buruk. Latih diri anda untuk melihat dan berpikir kemungkinan pertama terlebih dahulu baru kemungkinan kedua. Berilah diri anda dua pilihan atau paling banyak tiga dan kemudian putuskan.

 

  1. Beri batasan waktu: untuk menghindarkan diri anda dari “Analysis Paralysis” yaitu terlalu memikirkan sesuatu situasi sampai kemudian tidak bisa mengambil keputusan karenanya. Anda harus memberi batasan waktu dalam mempertimbangkan sesuatu. Jadi boleh saja mempertimbangkan dan memikirkan apa yang akan anda lakukan tetapi bila batas waktu sudah sampai maka apapun yang terjadi anda harus memutuskan.

 

  1. Bersiap untuk kemungkinan yang tidak diharapkan; sebelum anda membuat keputusan maka bicarakanlah dengan seseorang. Carilah orang yang mungkin tidak sependapat dengan anda. Apa yang mereka sampaikan bisa anda gunakan sebagai bahan pertimbangan dan juga persiapan untuk menghadapi yang mungkin tidak anda harapkan. Terbukalah untuk menghadapi resiko. Keputusan yang paling buruk adalah saat anda tidak mengambil keputusan.

 

Program training High Impact Trainer (HIT) bisa membantu anda untuk melatih mengambil keputusan dengan cepat.

Peter Drucker mengatakan bahwa keputusan itu adalah sebuah penilaian. Bukan tentang pilihan salah dan benar, melainkan tentang pilihan yang hampir benar dan kemungkinan salah. Jadi pada waktu kita mengambil keputusan adalah tentang keyakinan mengambil pilihan yang memiliki  kemungkinan benar yang paling besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *